7.21.2009

Angkotku Sayang Aku Yang Malang



Hari itu adalah hari jum’at 17 juli 2009. Hari dimana sekolahku tidak ada pelajaran karena ada sedikit pengarahan dari pengurus yayasan. Seluruh siswa di kumpulkan di yayasan pusat agar memeudahkan dari pengurus. Acaradimulai kira2 pk 09.15 karena sulitnya pengabsenan siswa yang terpencar posisinya.
Waktu itu acara di isi oleh dua narasuber yang menerangkan mengena yayasan dan satunya memberi motivasi.semula aku fair2 aja dengan acara ini. Tidak ada firasat buruk atau apapun di benak gue.
Namun suatu hal harus terjadi pada hari itu. Kira2 jam 13.30 gue pulang kerumah dengan hati riang(masak kerumah kok sedih?). perjalan awal oke, sepuluh menit nunggu akhirnya dapat bus juga. Kira2 satu jam, nyampai juga di tempat oper bus pertama. Lima menit kemudian dapat bus kedua. Di bus ini semua masih oke2 aza. Kirra2 setengah jam akhirnya gue nyampe di tempat oper kendaraan yg trakir.
Di sinilah semua berawal. Berawal dari kesalahanku memandangmu, eh bukan kok, emang mau mandang siapa…………? Kera!!
Saat nyampe disini , angkot yang mestinya kunaiki ternyata habis man!!!!
Mana ga bawa HP, ga apal no rumah, ga apal no2 tetangga, ga apal no presiden(lho/kok bawa2 presiden sih?) mana Cuma bawa satu temen yang sensib lagi,
Aaaarrrrggghhh, pusink, pusiiiinnnkkk. Akhirnya dengan modal semagat en nekat gua jalan kaki kira2 1 km trus disitu istirahat bentar, beli es teh dan setelah dirasaian ga ada rasanya cuy, benar2 apess. Di situ gua en temen gua coba caba nyari tumpangan. Bermodal semangat, ga punya malu en sidikit face yg memelas kami mulai nyetopin kendaraan satu per satu. Lamaaaaaaaaaaaaaaaa ga ada yg mau brenti. Kurang lebih setengah jam ada mobil pick up lewat, kami langsung koar2 “stop pak, stop pak !!’ dan mobil itu brenti tapi bialng “Cuma ke samping itu kok dik” sial bener ternyata samping gue ada took bangunan yg dimaksud.
Tapi beberapa menit kemudian ada mobil pick up lagi, langsung mulut tak mau brenti teriak dan……… mobil itu brenti juga.”numpang ke juwiring pak”, kataku but bapaknya bilang Cuma sampai setengah tujuan gue.”ah ga pa pa pak asal bias maju dikit” yaa langsung aja kita lompat ke bak belakang.
Sampai tempat yg di maksud, kami turun en tak lupa say thanks to pak supir kami jalan lagi beberapa meter cari tembat sesuai buat cari tumpangan lagi. Seang seper empat jam kami berhasil nyetop sepeda motor, langsung gue bilang”bertiga ya pak?” trus dianya ok
Pas naik gue Tanya di mana rumahnya, ternyata eh ternyata masih satu kelurahan (syukur deeeehhh) akhirnya kita2 bisa pulang kerumah
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh